Mahasiswa KKN-K UM–UNIRA Belajar Lebih Dalam Ragam dan Potensi Tanaman Bakau di Desa Padelegan

Padelegan, 20 Juni 2026-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Madura (UNIRA) melakukan kegiatan observasi sekaligus silaturahmi ke Pantai The Legend, Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Selasa (20/6/2026) pukul 09.00-11.30 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN-K UM–UNIRA untuk mengenal lebih dekat potensi alam dan kehidupan masyarakat pesisir setempat. Dalam kunjungan itu, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai ragam tanaman bakau atau mangrove yang tumbuh di sekitar kawasan pantai.

Kedatangan mahasiswa disambut hangat oleh Bapak Arun selaku penjaga Pantai The Legend. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Arun menjelaskan bahwa selain dikenal sebagai destinasi wisata pantai, kawasan tersebut juga memiliki potensi besar pada ekosistem tanaman bakau yang tumbuh di sekitarnya.

“Selain wisata pantai, yang paling berpotensi di sini adalah tanaman bakau. Ada banyak jenis bakau yang tumbuh di sekitar pantai ini,” ujar Bapak Arun kepada mahasiswa KKN-K.

Menurut penjelasannya, terdapat lebih dari satu jenis mangrove di kawasan Pantai The Legend, dan masing-masing memiliki manfaat yang berbeda. Salah satu jenis bakau bahkan memiliki potensi untuk diolah menjadi minuman kopi dengan cita rasa yang khas.

Bapak Arun kemudian menjelaskan proses pengolahan buah bakau menjadi kopi. Ia menerangkan bahwa buah bakau yang digunakan harus sudah tua, yang ditandai dengan adanya semacam cincin pada bagian leher buah.

“Buah yang sudah tua itu diambil ujungnya, lalu direndam semalaman untuk menghilangkan getah. Setelah itu bijinya diambil, dijemur sehari, lalu tinggal disangrai. Hasilnya bisa menjadi kopi dengan aroma dan rasa yang unik,” jelasnya.

Penjelasan tersebut menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa KKN-K UM–UNIRA, karena mereka dapat mengetahui secara langsung bahwa tanaman bakau tidak hanya berfungsi menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga memiliki nilai ekonomis yang dapat dikembangkan.

Selain itu, Bapak Arun juga menyampaikan bahwa beberapa jenis bakau lainnya memiliki manfaat dalam bidang industri, salah satunya sebagai bahan campuran produk kosmetik seperti bedak.

“Banyak manfaat bakau yang belum banyak diketahui masyarakat. Ada yang bisa untuk minuman, ada juga yang bisa dimanfaatkan untuk bahan kosmetik,” tambahnya.

Mahasiswa KKN-K UM–UNIRA menyampaikan bahwa kegiatan observasi ini menjadi bagian penting dalam memahami potensi lokal Desa Padelegan. Selain sebagai bentuk silaturahmi dengan masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya menjaga dan mengembangkan sumber daya alam pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap potensi tanaman bakau di Pantai The Legend dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu nilai tambah bagi masyarakat setempat, baik dari sisi ekonomi maupun pelestarian lingkungan.